Login
 
User name:
Password:
  Registrasi?
 HOME
 Berita
 Informasi
 About Us
 Katalog Web
 Kalender
  Sn Sl Rb Km Jm Sb Mg
>     01 02 03 04 05
> 06 07 08 09 10 11 12
> 13 14 15 16 17 18 19
> 20 21 22 23 24 25 26
> 27 28 29 30      



Kegiatan Minggu ini

Tidak ada kegiatan minggu ini


Search events by...



Kegiatan Hari Ini

Tidak ada kegiatan hari ini
 Online
Selamat Datang Tamu!
Guest(s)online: 3

No Members are currently logged in.
  Talk To Me
 Yahoo Messenger Efi M
Oleh tediromi
Senin, 21 April 2008 11:20:54 407 klik Printable Version
Ada kalangan yang meragukan kebenaran surat-surat Kartini. Ada dugaan
J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan saat itu,
merekayasa surat-surat Kartini. Kecurigaan ini timbul karena memang
buku Kartini terbit saat pemerintahan kolonial Belanda menjalankan
politik etis di Hindia Belanda, dan Abendanon termasuk yang
berkepentingan dan mendukung politik etis. Hingga saat ini pun
sebagian besar naskah asli surat tak diketahui keberadaannya. Menurut
almarhum Sulastin Sutrisno, jejak keturunan J.H. Abendanon pun sukar
untuk dilacak Pemerintah Belanda.
beberapa Pandangan-pandan kritis selain masalah pendidikan, yang
diungkapkan Kartini dalam surat-suratnya adalah kritik terhadap
agamanya. Ia mempertanyakan mengapa kitab suci harus dilafalkan dan
dihafalkan tanpa diwajibkan untuk dipahami. Ia ungkapkan juga tentang
pandangan: dunia akan lebih damai jika tidak ada agama yang sering
menjadi alasan manusia untuk berselisih, terpisah, dan saling
menyakiti. ...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi
berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu...
Kartini juga mempertanyakan tentang agama yang dijadikan pembenaran
bagi kaum laki-laki untuk berpoligami. Bagi Kartini, lengkap sudah
penderitaan perempuan Jawa yang dunianya hanya sebatas tembok rumah
dan tersedia untuk dimadu pula.bagaimana pemikiran ini??
waspadalah keitika kita akan memperingati hari kartini, kalaupu bisa
lebih baik hari kartini diHAPUS, dan diganti dengan hara wanita
pejuang Indonesia?? namun penghapusan hari itu pun bukan sesuatu yang
urgen, jika dibandingkan dengan pemikiran emansipasi yang sudah
menjamur ini...yang lebih penting adalh bagaimana kita
mempropagandakan kepada khalayak ramai dibalik emansipasi
Kartini....

Respon
Jangan Menghapus, Tapi memperbaiki
Oleh fresti Senin, 28 April 2008 12:45:48
Sebenarnya, emansipasi tidak wajib ada. Sebab dengan adanya Emansiapasi berati kita membuat dinding pemisah antara kaum Adam dan Hawa.
Tidak adalagi emansipasi. Sebab jika emansipasi masih diberlakukan, yang menjadi permasalahan adalah adanya emansipasi lelaki. Artinya, kita juga telah membuat perselisihan. Yang penting sekarang kita mengkaui bahwa laki-laki dan wanita itu sederajat. Yang pentinng tugas dan kewajiban mereka berbeda.
Re: Ibuk Kita Kartini (3)-sambungan
Oleh mattutakelo Minggu, 09 Mei 2010 13:48:41
saya sepekat kalau begitu. hanya tugas dan kewajibannya yang berbeda
Respon Anda?
Kalau mau tulis respon, silakan login dulu, atau Registrasi
 NPSN
 NPSN







NPSN
 Iklan Baris
Iklan Terbaru
 Forum
Posting Terbaru
. Pengguna Facebook Tembus ...
. TEKNIK PERTAMBANGAN UNSRI
. Ibuk Kita Kartini (3)-sam...
. Ibuk Kita Kartini (2)-sam...
. Ibu Kita Kartini (1)
Respon Terbaru
. Re: Ibuk Kita Kartini (3)...
. Re: Pengguna Facebook Tem...
. Jangan Menghapus, Tapi me...
. boikot produk belanda
. ada tanggapan?
 Pesan Singkat
Nama*
Email
Pesan*
Code
   *wajib diisi