Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Padang mengimbau pihak sekolah melakukan koordinasi mengamankan sekolah, saat pengumuman kelulusan siswa Juni mendatang. Hal ini, untuk mengantisipasi tindakan anarkis, yang mungkin terjadi.
Kepala Diknas Padang, Nur Amin menuturkan, pihaknya masih menunggu jadwal pasti kapan hasil UN diumumkan dari Depdiknas Pusat. Namun berdasarkan surat pendahuluan dari Depdiknas, pengumuman dilaksanakan minggu kedua dan ketiga Juni.
“Minggu kedua untuk pengumuman UN SMA sederajat, dan minggu ketiga untuk UN SMP,” kata Nur Amin.
Sama halnya dengan tahun lalu, proses pengumuman dilakukan melalui dua cara, manual dan SMS atau internet.
"Cara manual, pihak sekolah mengumumkan di papan pengumuman, atau dengan amplop kepada masing-masing siswa. kemudian bisa juga dengan mengirimkan SMS gateway, yang akan diterima siswa pukul 00.00 WIB sesuai jadwal,” jelas Nur Amin.
Soal adanya kemungkinan adanya tindakan anarkis siswa tak lulus, Nur Amin mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah, untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian dan keamanan setempat.
“Paling tidak, ada pengamanan khusus saat pengumuman hasil UN,” ungkapnya.
Namun dia optimis, di Kota Padang tak akan terjadi tindakan anarkis. Sebab, hal itu jarang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Semoga siswa tak lulus, bisa memahami, bahwa masih ada kesempatan untuk memperbaiki,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, UN yang dilaksanakan tahun ini, untuk tingkat SMA sederajat, diikuti oleh 12.525 peserta, yang terbagi atas Tingkat SLTA adalah 8.169 orang orang, Madrasah Aliyah sebanyak 711 orang, SMK sebanyak 3.645 orang.
Sedangkan untuk tingkat SMP tercatat sebanyak 11.220 orang siswa SMP dan 1.772 orang siswa MTs yang mengikuti UN.
Sementara untuk ujian susulan UN, Dari 95 yang tak hadir UN tingkat SMA sederajat, hanya dua orang yang ikut ujian susulan. Dan dari 101 siswa SMP yang tak ikut UN hanya 10 yang mengikuti UN susulan.(*)
|